Sabtu, 08 April 2017

TUGAS MENYUSUN LANGKAH-LANGKAH MEDIA PEMBELAJARAN

Tugas Menyusun Langkah-Langkah Media Pembelajaran

Nama  : Endang K Simanullang
NIM    : ACC 114 058




Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, atau proses yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan yang berlangsung dalam proses pendidikan. Ramiszowski mengungkapkan “media” as the carriers on messages, from some transmitting source which may be a human being or inanimate object), to the receiver of the message (which in our case is the learner). Penggunaan media dalam pembeljaran atau disebut juga pembelajaran bermedia dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Menurut wilkinson, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih media pembelajaran, yakni :
a) Tujuan
Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
b) Ketepatgunaan
Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik.
c) Keadaan siswa
Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Msialnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
d) Ketersediaan
Walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
e) Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.
Menurut Canei, R. Springfield, dan Clark., C. (1998 : 62) dasar pemilihan alat bantu visual adalah memilih alat bantu yang sesuai dengan kematangan, minat dan kemampuan kelompok, memilih alat bantu secara tepat untuk kegiatan pembelajaran, mempertahankan keseimbangan dalam jenis alat bantu yang dipilih, menghindari alat bantu yang berelebihan, serta mempertanyakan apakah alat bantu tersebut diperlukan dan dapat mempercepat pembelajaran atau tidak.



*Media pembelajaran dengan media gambar dapat digunakan secara efektif dan efesien.

Langkah-langkah media pembelajaran media gambar diam  :
  1. Membuat rencana pembelajaran dan penentuan media (media gambar diam)
  2. Mempelajari bahan/materi yang akan disampaikan. Contoh: grafik, karikatur, peta, dan lain-lain.
  3. Menyiapkan segala peralatan atau media yang akan digunakan, sehingga pada saatnya tidak terburu-buru sehingga penyampaian dapat dilakukan dengan baik. Sebaiknya media gambar ditempatkan dibagian depan dan dapat dilihat dengan jelas oleh siswa yang duduk dibaris paling belakang. Selain itu juga dengan variasi yang menarik minat siswa.
  4.  Menjelaskan kepada siswa tujuan yang akan dicapai.
  5. Menyiapkan peserta didik kemudian menjelaskan kepada peserta didik apa yang harus mereka lakukan pada saat pembelajaran.
  6. Setelah persiapan selesai, baru memulai pembelajaran.
  7. Menjelasakan setiap bagian-bagian dari media, sebagai contoh peta, dalam penggunaan media peta guru hendaknya menjelasakan setiap bagian-bagian peta seperti symbol, legenda, dan lain-lain.
  8.  Setelah penyampaian materi selesai, guru bersama siswa secara bersama mengulas kembali materi yang telah dipelajari bersama kemudian menyimpulkan.

Minggu, 27 November 2016

Teknik Pembelajaran

Nama  : Endang K Simanullang

NIM   : ACC 114 058

Tugas Strategi Belajar Mengajar

1.    Teknik pembelajaran Inquiri adalah adalah metode pembelajaran yang mana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah. Peran utama guru dalam pelajaran inquiri sebagai metoderator. Dan tujuan utama menggunakan metode inquiri adalah membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan penemuan.
Cara dalam menerapkan metode inquiri ada beberapa tahapan yaitu :
·         Perumusan masalah untuk dipecahkan siswa
·         Menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis
·         Siswa mencari informasi data fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis
·         Dalam menarik kesimpulan atau generalisasi
·         Mengaplikasikan kesimpulan dalam situasi baru

Kelebihan dan Kekurangan Metode Inquiri:
a. Kelebihan Metode Inquiri
       Siswa aktif dalam kegiatan belajar. Sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk hasil akhir perkembangan secara bepikir ilmiah. Seperti mengali petanyaan, mencari jawaban, dan menyimpulkan atau memproses keterangan. Dengan metode inquiri dapat dikembangkan seluas-luasnya dan melatih anak untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat dikembangkan pendidikan demokrasi.

b. Kelemahan Metode Inquiri
       Metode inquiri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda misalnya anak Sekolah Dasar khususnya di kelas rendah. Dengan penerapan metode inquiri memerlukan kecerdasan anak yang tinggi, bila anak kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.

2.  Teknik pembelajaran kontruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan untuk menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut denga bantuan fasilitasi orang lain. Atau bahwa teori ini memberikan keaktifan terhadap manusia untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal lain yang diperlukan guna mengembangkan dirinya sendiri. Teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Dengan kata lain, siswa lebih diutamakan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui asimilasi dan akomodasi.
     Adapun tujuan dari teori ini dalah sebagai berikut:
- Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri.
- Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri     pertanyaannya.
- Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap.
- Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri.
- Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu.

     Tahap pembelajaran kontruktivisme :
     1.Proses belajar jika dipandang dari pendekatan kognitif.
     2.Peranan siswa.
     3.Peranan guru.
     4.Sarana belajar
     5.Evaluasi.
   Adapun kelebihan dan kelemahan dari kontruktivisme yaitu:
   1. Kelebihan
  1. Berfikir :Dalam proses membina pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjana idea dan membuat keputusan.
  2. Faham :Oleh kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi.
  3. Ingat :Oleh kerana murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Yakin Murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Justeru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
  4. Kemahiran sosial :Kemahiran sosial diperolehi apabila berinteraksi dengan rakan dan guru dalam membina pengetahuan baru.
  5. Seronok :Oleh kerana mereka terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sihat, maka mereka akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan baru.
2. Kelemahan
            Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses        belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung.

3.  Teknik pembelajaran SETS (Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat) adalah siswa dikondisikan agar mau dan mampu menerapkan prinsip sains untuk menghasilkan karya teknologi diikuti dengan pemikiran untuk mengurangi atau mencegah kemungkinan dampak negatif yang mungkin timbul dari munculnya produk teknologi ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Pendekatan SETS harus memberikan kepada siswa pengetahuan yang sesuai dengan tingkatan pendidikannya. Sasaran pengajaran SETS adalah cara membuat siswa agar dapat melakukan penyelidikan untuk mendapatkan pengetahuan yang berkaitan dengan Sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat yang berkaitan. Dengan kata lain, siswa dibawa pada suasana yang dekat dengan kehidupan nyata siswa sehingga diharapkan siswa dapat mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang diperkirakan akan timbul di sekitar kehidupannya.
    
     Tahap-tahap Pendekatan SETS 
            Secara operasional National Science Teacher Association menyusun tahapan        pembelajaran sains dengan pendekatan SETS sebagai berikut.
a. Tahap invitasi 
Pada tahap ini guru memberikan isu/ masalah aktual yang sedang berkembang di masyarakat sekitar yang dapat dipahami peserta didik dan dapat merangsang siswa untuk mengatasinya.
b. Tahap eksplorasi
Pada tahap ini, guru dan siswa mengidentifikasi daerah kritis penyelidikan. Data-data dan informasi dapat dikumpulkan melalui pertanyaan-pertanyaan atau wawancara, kemudian menganalisis informasi tersebut.
c. Tahap solusi
Pada tahap ini, siswa mengatur dan mensintesis informasi yang mereka telah kembangkan sebelumnya dalam penyelidikan. Proses ini termasuk komunikasi lebih lanjut dengan para ahli di lapangan, pengembangan lebih lanjut, memperbaiki, dan menguji hipotesis mereka, dan kemudian mengembangkan penjelasan tentatif dan proposal untuk solusi dan tindakan. Hasil tersebut kemudian dilaporkan dan disajikan kepada rekan -rekan kelas untuk menggambarkan temuan, posisi yang diambil, dan tindakan yang diusulkan.
d. Tahap aplikasi
Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan konsep yang telah diperoleh. Dalam hal ini siswa mengadakan aksi nyata dalam mengatasi masalah yang muncul dalam tahap invitasi.
e. Tahap pemantapan konsep
Guru memberikan umpan balik/ penguatan terhadap konsep yang diperoleh siswa.

4. Teknik pembelajaran Pemecahan masalah adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa. Metode pembelajaran ini digunakan dalam pembelajaran yang membutuhkan jawaban atau pemecahan masalah.  Sebagai metode pembelajaranmetode pembelajaran berbasis masalah sangat baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada siswa. Dengan metode ini, para siswa belajar memecahkan suatu masalah menurut prosedur kerja ilmiah.
Langkah –langkah metode pembelajaran ini yaitu:
a. Adanya masalah yang dipandang penting;
b. Merumuskan masalah;
c.  Analisa hipotesa;
d. Mengumpulkan data;
e. Analisa data;
f.  Mengambil kesimpulan
g. Aplikasi (penerapan) dari kesimpulan yang diperoleh; dan
h. Menilai kembali seluruh proses pemecahan masalah

Kelebihan dan kelemahan dari metode ini yaitu :
-          Kelebihan
Kelebihan model pembelajaran problem solving diantaranya yaitu melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan, berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang di hadapi secara realistis, mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan, menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan, merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat, serta dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan khususnya dunia kerja.
-          Kelemahan
Kelemahan model pembelajaran ini seperti beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Dalam pembelajaran problem solving ini memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

5. Teknik pembelajaran Diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi  kesempatan kepada para siswa(kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife pemecahan suatu masala.dengan demikian metode pembelajaran diskusi dapat dikatakan sebagai metode partisipatif dan juga termasuk metode kooperatif.
     Adapun langkah- langkah pelaksanaan diskusi, yaitu:
  1. Menyampaikan tujuan dan mengatur setting
  2. Mengarahkan diskusi
  3. Menyelenggarakan diskusi
  4. Mengakhiri diskusi
  5. Melakukan tanya jawab singkat tentang proses diskusi itu
           Kelebihan dan kelemehan teknik pembelajaran diskusi :
Kelebihan:
a.       Melatih siswa belajar untuk mengemukakan pemikiran dan pendapat.
b.      Memberikan kesempatan siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai     sumber.
c.       Member kesempatan siswa dapat mwnyelesaikan problem bersama-sama.
d.      Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.
e.      Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri menyetujui atau    menentang pendapat teman-teman.
f.        Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi.
g.       Melatih siswa untuk dapat berfikir secara matang-matang sebelum berbicara.
h.      Melatih siswa berbicara secara sistematis.
i.         Menambah wawasan siswa terhadap problem yang di bahas.

            Kekurangan:
           a.       Tidak semua tupik dapat di jadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat    problematic saja yang dapat didiskusikan.
           b.      Diskusi yang mwndalam memerlukan banyak waktu.
           c.       Sulit menuntukan batas luas atau kedalanan suatu uraian diskusi.
           d.      Biasaanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat.
           e.      Pembicaraan di dalam diskusi lebih di domonasi oleh siswa yang berani dan telah terbiasa            bicara.
           f.        Memungkinkan minculnya rasa permusuhan antar kelompok,dan menganggap     kelompoknyalah yang paling benar.

6. Teknik pembelajaran tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
     Langkah-langkah sebagai berikut :
                      a.   Merumuskan tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk tujuan khusus dan        berpusat pada tingkah laku siswa.
                      b.  Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab.
                      c.  Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
                      d.  Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok                 persoalan.
                      e.  Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.
7. Teknik pembelajaran penugasan adalah model pembelajaran inovatif yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan data dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pemberian tugas ini merupakan salah satu alternatif untuk lebih menyempurnakan penyampaian tujuan pembelajaran khusus. Hal ini disebabkan oleh padatnya materi pelajaran yang harus disampaikan sementara waktu belajar sangat terbatas di dalam kelas. Dengan banyaknya kegiatan pendidikan di sekolah dalam usaha meningkatkan mutu dan frekuensi isi pelajaran, maka sangat menyita waktu siswa utnuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tersebut.

     Langkah-langkah pembelajarannya yaitu:
          1)   Rumuskan permasalahannya dengan jelas.
          2)   Lakukan pembagian tugas serta deskripsikan masing-masing tugas itu.
          3)   Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan.
          4)   Rumuskan apa yang diharapkan untuk dicapai dari setiap kegiatan.
          5)   Buat kesimpulan menyeluruh.
          6)   Usahakan agar hasil dari tugas itu dapat meningkatkan keterampilan dan diketahui banyak orang.

8. Teknik pembelajaran karya ilmiah adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus khusus untuk menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.

9. Teknik pembelajaran demonstrasi adalah model mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta didik. Suatu metode mengajar dimana seorang guru atau orang lain bahkan murid sendiri memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang suatu proses melakukan atau jalannya suatu proses perbuatan tertentu. Contohnya proses berwudlu.
           
            Langkah-langkah model pembelajaran demonstrasi adalah:
     1)   Tahap persiapan
Pada tahap persiapan ini ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
a) Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah proses demonstrasi berakhir. Tujuan ini meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan dan keterampilan tertentu.
b)  Persiapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kegagalan.
c)   Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
2)   Tahap pelaksanaan
a)   Langkah pembukaan
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
·  Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat melihat dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
·    Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai peserta didik.
· Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, misalnya ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang penting dari pelaksanaan demonstrasi.
b)   Langkah pelaksanaan demonstrasi
·   Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang peserta didik untuk berfikir. Misalnya pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong peserta didik tertarik untuk memperhatikan demonstrasi.
·     Ciptakan suasana yang menyejukkan dan menghindari suasana yang menegangkan.
·      Yakinkan bahwa semua peserta didik mengikuti jalannya demonstrasi.
·   Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi.
c)    Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran