Nama : Endang K Simanullang
NIM : ACC 114 058
Tugas Strategi Belajar Mengajar
1.
Teknik
pembelajaran Inquiri adalah adalah metode pembelajaran yang mana siswa dituntut
untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri
serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah. Peran utama guru dalam
pelajaran inquiri sebagai metoderator. Dan
tujuan utama menggunakan metode inquiri adalah membantu siswa dalam
mengembangkan keterampilan penemuan.
Cara
dalam menerapkan metode inquiri ada beberapa tahapan yaitu :
·
Perumusan masalah untuk dipecahkan
siswa
·
Menetapkan jawaban sementara atau
lebih dikenal dengan istilah hipotesis
·
Siswa mencari informasi data fakta
yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis
·
Dalam menarik kesimpulan atau
generalisasi
·
Mengaplikasikan kesimpulan dalam
situasi baru
Kelebihan dan Kekurangan Metode Inquiri:
a. Kelebihan Metode Inquiri
Siswa aktif dalam kegiatan belajar.
Sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk hasil akhir perkembangan
secara bepikir ilmiah. Seperti mengali petanyaan, mencari jawaban, dan
menyimpulkan atau memproses keterangan. Dengan metode inquiri dapat
dikembangkan seluas-luasnya dan melatih anak untuk belajar sendiri dengan
positif sehingga dapat dikembangkan pendidikan demokrasi.
b. Kelemahan Metode Inquiri
Metode inquiri kurang cocok pada
anak yang usianya terlalu muda misalnya anak Sekolah Dasar khususnya di kelas
rendah. Dengan penerapan metode inquiri memerlukan kecerdasan anak yang tinggi,
bila anak kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.
2. Teknik
pembelajaran kontruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan
terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan
untuk menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut denga bantuan fasilitasi
orang lain. Atau bahwa teori ini memberikan keaktifan terhadap manusia untuk
belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal lain
yang diperlukan guna mengembangkan dirinya sendiri. Teori belajar
konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan
pengalaman mereka. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah
diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Dengan kata lain, siswa lebih diutamakan
untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui asimilasi dan
akomodasi.
Adapun tujuan dari teori ini dalah sebagai
berikut:
- Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu
sendiri.
- Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri
pertanyaannya.
- Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara
lengkap.
- Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri.
- Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu.
Tahap pembelajaran kontruktivisme :
1.Proses belajar jika dipandang dari
pendekatan kognitif.
2.Peranan siswa.
3.Peranan guru.
4.Sarana belajar
5.Evaluasi.
Adapun
kelebihan dan kelemahan dari kontruktivisme yaitu:
1.
Kelebihan
- Berfikir :Dalam proses membina
pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjana idea
dan membuat keputusan.
- Faham :Oleh kerana murid
terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih
faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi.
- Ingat :Oleh kerana murid
terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua
konsep. Yakin Murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman
mereka. Justeru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah
dalam situasi baru.
- Kemahiran sosial :Kemahiran
sosial diperolehi apabila berinteraksi dengan rakan dan guru dalam membina
pengetahuan baru.
- Seronok :Oleh kerana mereka
terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan
sihat, maka mereka akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan
baru.
2.
Kelemahan
Dalam bahasan kekurangan atau
kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai
pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung.
3. Teknik
pembelajaran SETS (Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat) adalah siswa
dikondisikan agar mau dan mampu menerapkan prinsip sains untuk menghasilkan
karya teknologi diikuti dengan pemikiran untuk mengurangi atau mencegah
kemungkinan dampak negatif yang mungkin timbul dari munculnya produk teknologi
ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Pendekatan SETS harus memberikan kepada
siswa pengetahuan yang sesuai dengan tingkatan pendidikannya. Sasaran
pengajaran SETS adalah cara membuat siswa agar dapat melakukan penyelidikan
untuk mendapatkan pengetahuan yang berkaitan dengan Sains, lingkungan,
teknologi dan masyarakat yang berkaitan. Dengan kata lain, siswa dibawa pada
suasana yang dekat dengan kehidupan nyata siswa sehingga diharapkan siswa dapat
mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki untuk dapat menyelesaikan
masalah-masalah yang diperkirakan akan timbul di sekitar kehidupannya.
Tahap-tahap Pendekatan SETS
Secara
operasional National Science Teacher Association menyusun tahapan pembelajaran sains dengan pendekatan
SETS sebagai berikut.
a. Tahap invitasi
Pada tahap ini guru memberikan isu/ masalah aktual yang
sedang berkembang di masyarakat sekitar yang dapat dipahami peserta didik dan
dapat merangsang siswa untuk mengatasinya.
b. Tahap eksplorasi
Pada tahap ini, guru dan siswa mengidentifikasi daerah
kritis penyelidikan. Data-data dan informasi dapat dikumpulkan melalui
pertanyaan-pertanyaan atau wawancara, kemudian menganalisis informasi tersebut.
c. Tahap solusi
Pada tahap ini, siswa mengatur dan mensintesis informasi
yang mereka telah kembangkan sebelumnya dalam penyelidikan. Proses ini termasuk
komunikasi lebih lanjut dengan para ahli di lapangan, pengembangan lebih
lanjut, memperbaiki, dan menguji hipotesis mereka, dan kemudian mengembangkan
penjelasan tentatif dan proposal untuk solusi dan tindakan. Hasil tersebut
kemudian dilaporkan dan disajikan kepada rekan -rekan kelas untuk menggambarkan
temuan, posisi yang diambil, dan tindakan yang diusulkan.
d. Tahap aplikasi
Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan konsep yang telah
diperoleh. Dalam hal ini siswa mengadakan aksi nyata dalam mengatasi masalah
yang muncul dalam tahap invitasi.
e. Tahap pemantapan konsep
Guru memberikan umpan balik/ penguatan terhadap konsep yang
diperoleh siswa.
4. Teknik pembelajaran Pemecahan
masalah adalah cara
penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak
pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atau
jawabannya oleh siswa. Metode pembelajaran ini digunakan dalam pembelajaran
yang membutuhkan jawaban atau pemecahan masalah. Sebagai metode pembelajaran, metode pembelajaran berbasis masalah sangat
baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada siswa. Dengan metode ini, para siswa
belajar memecahkan suatu masalah menurut prosedur kerja ilmiah.
Langkah –langkah
metode pembelajaran ini yaitu:
a. Adanya masalah yang dipandang penting;
b. Merumuskan masalah;
c. Analisa hipotesa;
d. Mengumpulkan data;
e. Analisa data;
f. Mengambil kesimpulan
g. Aplikasi (penerapan) dari kesimpulan yang diperoleh; dan
h. Menilai kembali seluruh proses pemecahan masalah
Kelebihan dan kelemahan dari metode ini yaitu :
-
Kelebihan
Kelebihan
model pembelajaran problem solving
diantaranya yaitu melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan, berpikir dan
bertindak kreatif, memecahkan masalah yang di hadapi secara realistis,
mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan, menafsirkan dan mengevaluasi hasil
pengamatan, merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi dengan tepat, serta dapat membuat pendidikan
sekolah lebih relevan dengan kehidupan khususnya dunia kerja.
-
Kelemahan
Kelemahan
model pembelajaran ini seperti
beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Dalam
pembelajaran problem solving ini
memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode
pembelajaran yang lain.
5. Teknik pembelajaran Diskusi
adalah suatu
cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para
siswa(kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife
pemecahan suatu masala.dengan demikian metode pembelajaran diskusi dapat
dikatakan sebagai metode partisipatif dan juga termasuk metode kooperatif.
Adapun langkah- langkah pelaksanaan
diskusi, yaitu:
- Menyampaikan tujuan dan
mengatur setting
- Mengarahkan diskusi
- Menyelenggarakan diskusi
- Mengakhiri diskusi
- Melakukan tanya jawab singkat
tentang proses diskusi itu
Kelebihan dan kelemehan teknik pembelajaran diskusi :
Kelebihan:
a.
Melatih siswa belajar untuk mengemukakan pemikiran dan pendapat.
b. Memberikan
kesempatan siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber.
c.
Member kesempatan siswa dapat mwnyelesaikan problem bersama-sama.
d. Melatih
siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.
e. Merangsang
siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri menyetujui atau menentang pendapat teman-teman.
f.
Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi.
g.
Melatih siswa untuk dapat berfikir secara matang-matang sebelum berbicara.
h. Melatih
siswa berbicara secara sistematis.
i.
Menambah wawasan siswa terhadap problem yang di bahas.
Kekurangan:
a.
Tidak semua tupik dapat di jadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematic saja yang dapat didiskusikan.
b. Diskusi
yang mwndalam memerlukan banyak waktu.
c.
Sulit menuntukan batas luas atau kedalanan suatu uraian diskusi.
d. Biasaanya
tidak semua siswa berani menyatakan pendapat.
e. Pembicaraan
di dalam diskusi lebih di domonasi oleh siswa yang berani dan telah terbiasa bicara.
f.
Memungkinkan minculnya rasa permusuhan antar kelompok,dan menganggap kelompoknyalah yang paling benar.
6.
Teknik pembelajaran tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada
siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
Langkah-langkah sebagai berikut :
a. Merumuskan
tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk
tujuan khusus dan berpusat pada
tingkah laku siswa.
b. Mencari
alasan pemilihan metode tanya jawab.
c. Menetapkan
kemungkinan pertanyaan yang akan
dikemukakan.
d. Menetapkan
kemungkinan jawaban untuk
menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
e. Menyediakan
kesempatan bertanya bagi siswa.
7. Teknik pembelajaran penugasan
adalah model
pembelajaran inovatif yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam
pengumpulan data dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan
pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pemberian tugas ini merupakan salah satu
alternatif untuk lebih menyempurnakan penyampaian tujuan pembelajaran khusus.
Hal ini disebabkan oleh padatnya materi pelajaran yang harus disampaikan
sementara waktu belajar sangat terbatas di dalam kelas. Dengan banyaknya
kegiatan pendidikan di sekolah dalam usaha meningkatkan mutu dan frekuensi isi
pelajaran, maka sangat menyita waktu siswa utnuk melaksanakan kegiatan belajar
mengajar tersebut.
Langkah-langkah pembelajarannya yaitu:
1) Rumuskan permasalahannya dengan jelas.
2)
Lakukan pembagian tugas serta deskripsikan masing-masing tugas itu.
3)
Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan.
4)
Rumuskan apa yang diharapkan untuk dicapai dari setiap kegiatan.
5)
Buat kesimpulan menyeluruh.
6)
Usahakan agar hasil dari tugas itu dapat meningkatkan keterampilan dan diketahui
banyak orang.
8. Teknik pembelajaran karya ilmiah adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang
secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku
tertentu dalam kondisi-kondisi khusus khusus untuk menghasilkan respon terhadap
situasi tertentu.
9. Teknik pembelajaran demonstrasi adalah model
mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau
untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta didik. Suatu
metode mengajar dimana seorang guru atau orang lain bahkan murid sendiri
memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang suatu proses melakukan atau jalannya
suatu proses perbuatan tertentu. Contohnya proses berwudlu.
Langkah-langkah model pembelajaran demonstrasi adalah:
1) Tahap persiapan
Pada tahap persiapan ini ada
beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
a) Rumuskan tujuan yang harus dicapai
oleh peserta didik setelah proses demonstrasi berakhir. Tujuan ini meliputi
beberapa aspek seperti aspek pengetahuan dan keterampilan tertentu.
b) Persiapkan garis-garis
besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk
menghindari kegagalan.
c) Lakukan uji coba
demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
2) Tahap pelaksanaan
a) Langkah pembukaan
Sebelum demonstrasi dilakukan ada
beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
· Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik
dapat melihat dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
· Kemukakan tujuan apa yang harus
dicapai peserta didik.
· Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh peserta
didik, misalnya ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang penting dari pelaksanaan
demonstrasi.
b) Langkah pelaksanaan
demonstrasi
· Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang
merangsang peserta didik untuk berfikir. Misalnya pertanyaan-pertanyaan yang
mengandung teka-teki sehingga mendorong peserta didik tertarik untuk
memperhatikan demonstrasi.
· Ciptakan suasana yang menyejukkan
dan menghindari suasana yang menegangkan.
· Yakinkan bahwa semua peserta didik
mengikuti jalannya demonstrasi.
· Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk secara aktif
memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi.
c) Langkah
mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai
dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas
tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses
pencapaian tujuan pembelajaran
a. Kelebihan Metode Inquiri
Siswa aktif dalam kegiatan belajar. Sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk hasil akhir perkembangan secara bepikir ilmiah. Seperti mengali petanyaan, mencari jawaban, dan menyimpulkan atau memproses keterangan. Dengan metode inquiri dapat dikembangkan seluas-luasnya dan melatih anak untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat dikembangkan pendidikan demokrasi.
b. Kelemahan Metode Inquiri
Metode inquiri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda misalnya anak Sekolah Dasar khususnya di kelas rendah. Dengan penerapan metode inquiri memerlukan kecerdasan anak yang tinggi, bila anak kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.
- Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri.
- Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya.
- Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap.
- Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri.
- Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu.